Career Center

PENYAMPAIAN LAPORAN HASIL TRACER STUDY UNIBBA DALAM SEMINAR NASIONAL PENGEMBANGAN PROGRAM PUSAT KARIR LANJUTAN 2019

peserta TS

Tim tracer study Universitas Bale Bandung (UNIBBA) menghadiri seminar nasional pengembangan program pusat karir lanjutan 2019 di Universitas Negeri Yogyakarta pada hari Rabu-Kamis, 23-24 Oktober 2019. Pada kegiatan ini UNIBBA mengutus kepala pusat karir  Aditya Achmad Fathony, S.E., M.M., Ak., CA., CTA., MD berserta staff untuk hadir menyampaikan capaian tracer study lulusan UNIBBA.

Seminar ini merupakan sarana pelaporan hasil dan proses pelaksanaan tracer study mahasiswa yang lulus tahun 2017. Peserta seminar  adalah perwakilan dari 200 perguruan tinggi se-Indonesia yang lolos dalam Program Bantuan Pusat Karir Lanjutan/Tracer Study (BPLPKL). Program tersebut diselenggarakan oleh Kemenristekdikti.

populasi survey

UNIBBA sebagai salah satu perguruan tinggi yang lolos dalam program BPLPKL melakukan pelacakan terhadap 369 alumni lulusan tahun 2017. Namun dalam prosesnya survey diikuti oleh 123 orang lulusan. Berikut ini adalah gambaran populasi dan responden tracer study UNIBBA dengan tahun pelaksanaan 2019.

populasi survey
Grafik diatas menunjukan angka partisipasi alumni setiap program studi

Tracer Study merupakan sebuah kegiatan penelusuran data mengenai kondisi alumni setelah lulus dari perguruan tinggi. Data yang diperoleh dapat digunakan sebagai referensi dalam pengambilan kebijakan manajerial. Boleh dikatakan bahwa tracer study merupakan salah satu media untuk menganalisis mutu penyelenggaraan pendidikan suatu lembaga.

respon rate
Capaian Respon dalam Pelacakan Alumni UNIBBA

Tracer Study merupakan sebuah upaya pengambilan data dengan metode penelitian survey sehingga memunculkan adanya response rate. Response rate adalah prosentase banyaknya responden yang menjawab instrumen penelitian secara valid terhadap jumlah sample yang ditetapkan pada awal penelitian. Tabel diatas memuat data bahwa net response rate dalam tracer study UNIBBA tahun ini sebesar 40.5%. Hal ini perlu mendapat perhatian dalam pelaksanaan tracer study periode berikutnya, agar terjadi peningkatan angka respons rate yang sangat berpengaruh terhadap validitas data. Adapun capaian completion rate (Subjek yang mengisi kuesioner lengkap dari total responden) adalah sebanyak 91.8% merupakan capaian yang layak untuk dipertahankan. Berikut ini adalah beberapa data yang berhasil diperoleh dari tracer study:

Kondisi Alumni UNIBBA yang lulus tahun 2017 berdasarkan status bekerja/tidak bekerja

Dalam laporan tracer study tahun ini 85% alumni sudah mendapatkan pekerjaan diberbagai instansi. Baik itu lembaga swasta, instansi pemerintahan, BUMN, ataupun NGO (Non Government Organization). Sedangkan 15% lainnya terkategori tidak bekerja dengan status melanjutkan sekolah atau dalam masa mencari pekerjaan.

Rentang masa transisi untuk memperoleh pekerjaan utama

Diagram diatas menunjukan bahwa 45% mahasiswa UNIBBA telah mendapatkan pekerjaan utama dalam rentang waktu 1-4 bulan sebelum lulus. Kemudian 36% lainnya memperoleh pekerjaan dalam rentang waktu 1-6 bulan setelah lulus. Sedangkan 19% sisanya mendapatkan pekerjaan diluar rentang waktu yang disebutkan. Data ini dapat menjadi gambaran mengenai keterserapan lulusan UNIBBA tahun 2017 di lapangan pekerjaan.

Grafik Capaian Keselarasan Vertikal antara Jenjang Pendidikan dengan Pekerjaan yang Diampu

Keselarasan vertikal yaitu keselarasan antara jenjang pendidikan dengan jenjang pendidikan minimal yang menjadi persyaratan suatu pekerjaan. Data diatas menunjukan bahwa 77 lulusan mengampu pekerjaan dengan syarat tingkat pendidikan yang sama, sedangkan 36 lainnya mengampu pekerjaan dengan syarat tingkat pendidikan lebih tinggi. Grafik ini menunjukan bahwa capaian keselarasan vertikal memiliki kecenderungan tinggi pada lulusan UNIBBA tahun 2017.

Dengan adanya hasil tracer study ini diharapkan dapat membantu UNIBBA untuk senantiasa meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan, sehingga menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing di dunia kerja. Selain itu, data tracer study mampu memberikan gambaran mengenai relevansi antara dunia kerja dan dunia pendidikan tinggi. Sehingga pada praktiknya dipergunakan sebagai acuan dalam penyusunan rencana strategis universitas, fakultas dan program studi baik jangka panjang maupun jangka pendek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *